Jenis-jenis Kertas Untuk Digital Printing Dan Offset Printing
Pemilihan jenis kertas merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas akhir sebuah produk printing.
Desain yang sama dapat menghasilkan tampilan yang sangat berbeda ketika dicetak pada kertas glossy, matte, bertekstur, berwarna natural, atau kertas khusus untuk buku.
Selain memengaruhi warna dan ketajaman hasil cetak, jenis kertas juga menentukan :
- Kesan visual produk.
- Ketebalan dan berat hasil akhir.
- Karakter warna.
- Kemampuan menyerap tinta.
- Kenyamanan membaca.
- Kemudahan menulis.
- Kesesuaian dengan finishing.
- Biaya produksi.
- Kesesuaian dengan mesin digital maupun offset.
Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa jenis kertas yang umum digunakan pada industri printing, yaitu Art Paper, HVS, Concorde, Bluish White, Kraft Paper, Fancy Paper seperti Jasmine, dan Book Paper.
Perlu diperhatikan bahwa nama dagang, gramasi, warna, tekstur, dan kompatibilitas setiap kertas dapat berbeda antara produsen serta supplier. Karena itu, untuk pekerjaan yang membutuhkan warna atau finishing khusus, sebaiknya selalu melakukan test print terlebih dahulu.
Karakter yang Berbeda untuk Digital dan Offset Printing
Sebelum memilih kertas, penting untuk memahami bahwa Digital Printing dan Offset Printing menggunakan proses produksi yang berbeda.
Digital Printing
Digital Printing biasanya mencetak langsung dari file digital tanpa membutuhkan plate seperti pada offset.
Metode ini cocok untuk :
- Jumlah produksi sedikit hingga menengah.
- Personalized printing.
- Variable data.
- Produksi cepat.
- Sample dan prototype.
- Short-run printing.
Namun tidak semua jenis kertas dapat digunakan pada semua mesin digital. Ketebalan, coating, tekstur, kelembapan, dan karakter permukaan kertas dapat memengaruhi kemampuan mesin menarik serta mencetak media.
Offset Printing
Offset Printing menggunakan plate dan sistem transfer tinta sebelum gambar berpindah ke kertas.
Metode ini banyak digunakan untuk :
- Buku.
- Majalah.
- Brosur.
- Flyer.
- Packaging.
- Katalog.
- Produksi dalam jumlah besar.
Offset biasanya menjadi lebih ekonomis untuk produksi besar karena biaya setup awal dapat dibagi ke jumlah cetakan yang banyak.
Gramasi Kertas
Gramasi biasanya ditulis dalam satuan gsm atau grams per square metre.
Contohnya :
- 70 gsm.
- 80 gsm.
- 100 gsm.
- 120 gsm.
- 150 gsm.
- 210 gsm.
- 260 gsm.
- 310 gsm.
Secara umum, semakin tinggi gramasi, kertas akan terasa lebih berat dan biasanya lebih kaku.
Namun gramasi tidak selalu sama dengan ketebalan.
Dua jenis kertas dengan gramasi yang sama dapat memiliki ketebalan berbeda karena struktur serat, coating, kepadatan, dan proses produksinya berbeda.
1. Art Paper
Art Paper merupakan salah satu jenis kertas coated yang paling populer dalam industri printing.
Permukaannya relatif halus karena memiliki lapisan coating yang membantu tinta atau toner menghasilkan warna yang lebih solid dan detail.
Art Paper biasanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan :
- Foto.
- Warna yang kuat.
- Detail gambar.
- Tampilan komersial.
- Permukaan yang halus.
Karakteristik Art Paper
Art Paper umumnya memiliki karakter :
- Permukaan halus.
- Coated.
- Warna putih relatif bersih.
- Cocok untuk full-color printing.
- Menghasilkan gambar dengan detail baik.
- Warna terlihat lebih hidup dibandingkan banyak kertas uncoated.
Art Paper Cocok untuk Produk Apa?
Art Paper sering digunakan untuk :
- Brosur.
- Flyer.
- Leaflet.
- Katalog.
- Majalah.
- Poster.
- Company profile.
- Menu.
- Kalender.
- Insert packaging.
Art Paper untuk Digital Printing
Art Paper dapat digunakan pada banyak mesin digital, tetapi sebaiknya menggunakan jenis kertas yang kompatibel dengan teknologi mesin tersebut.
Beberapa mesin digital memiliki batas ketebalan atau jenis coating tertentu.
Kertas yang tidak sesuai dapat menyebabkan :
- Toner tidak menempel dengan baik.
- Permukaan mudah tergores.
- Paper jam.
- Warna tidak konsisten.
- Masalah pada duplex printing.
Karena itu, selalu gunakan spesifikasi media yang direkomendasikan oleh operator mesin.
Art Paper untuk Offset Printing
Art Paper sangat umum digunakan dalam Offset Printing karena permukaan coated membantu menghasilkan gambar yang detail dan warna yang kuat.
Jenis ini sangat cocok untuk produksi :
- Majalah.
- Katalog.
- Brosur dalam jumlah besar.
- Company profile.
- Materi promosi.
Kelebihan Art Paper
- Hasil warna relatif vivid.
- Detail foto baik.
- Permukaan halus.
- Cocok untuk full-color printing.
- Cocok dikombinasikan dengan laminasi.
- Tersedia dalam berbagai gramasi.
Kekurangan Art Paper
- Tidak ideal untuk menulis dengan pensil atau beberapa jenis pulpen.
- Permukaan coated dapat membuat tinta tulisan tangan lebih lama kering.
- Tidak memberikan karakter natural seperti kertas uncoated.
- Pantulan permukaan dapat mengurangi kenyamanan membaca pada beberapa kondisi cahaya.
2. Kertas HVS
HVS merupakan jenis kertas uncoated yang sangat umum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Permukaan HVS tidak memiliki coating glossy seperti Art Paper sehingga terasa lebih natural dan mudah digunakan untuk menulis.
HVS sering digunakan untuk :
- Dokumen.
- Surat.
- Invoice.
- Formulir.
- Isi buku.
- Notepad.
- Manual.
- Stationery.
Karakteristik Kertas HVS
- Permukaan uncoated.
- Mudah ditulis menggunakan pulpen atau pensil.
- Lebih menyerap tinta dibandingkan Art Paper.
- Memiliki tampilan yang sederhana dan fungsional.
- Tersedia dalam banyak gramasi.
HVS untuk Digital Printing
HVS merupakan salah satu media yang paling umum digunakan pada printer digital.
Jenis ini cocok untuk :
- Dokumen warna.
- Proposal.
- Buku manual.
- Booklet.
- Form.
- Stationery.
Namun kualitas cetak foto pada HVS biasanya berbeda dengan Art Paper karena permukaan yang lebih menyerap dan tidak coated.
HVS untuk Offset Printing
HVS juga sangat umum digunakan pada Offset Printing, terutama untuk pekerjaan dengan banyak tulisan.
Contohnya :
- Buku.
- Formulir.
- Nota.
- Letterhead.
- Amplop.
- Manual.
Kelebihan HVS
- Mudah ditulis.
- Cocok untuk banyak teks.
- Harga relatif ekonomis.
- Mudah ditemukan.
- Cocok untuk digital maupun offset.
- Nyaman untuk dokumen sehari-hari.
Kekurangan HVS
- Warna foto biasanya tidak sekuat pada kertas coated.
- Tinta dapat lebih menyerap ke serat kertas.
- Area warna gelap dapat terlihat lebih matte.
- Tidak memberikan efek premium seperti beberapa specialty paper.
3. Kertas Concorde
Kertas Concorde adalah kertas cetak khusus premium yang dikenal dengan tekstur timbul dan garis halus khasnya. Kertas ini banyak digunakan untuk dokumen formal, sertifikat, kartu nama, dan undangan untuk memberikan kesan mewah dan profesional.
Biasanya memiliki karakter permukaan atau tekstur yang khas yang membuatnya berbeda secara visual dari kertas HVS dan Art Paper.
Karakteristik :
- Tekstur : Garis-garis halus yang berbeda atau pola jala halus yang memberikan sentuhan seperti kain.
- Ketebalan : Tersedia dalam berbagai ketebalan, biasanya mulai dari tipis (90 gsm) hingga tebal (160 gsm dan 220/230 gsm).
- Warna : Tersedia dalam warna putih/krem klasik serta warna pastel lembut (biru muda, hijau, merah muda, kuning).
Produk yang Cocok Menggunakan Concorde
Concorde sering digunakan untuk :
- Sertifikat.
- Kop Surat.
- Kartu.
- Company stationery.
- Cover.
- Greeting card.
- Menu premium.
- Undangan formal.
Kelebihan Concorde
- Memiliki karakter permukaan yang lebih premium.
- Cocok untuk desain minimalis.
- Dapat memberikan kesan formal.
- Cocok untuk typography dan logo.
- Menarik untuk produk corporate.
Kekurangan Concorde
Karena tekstur dan karakter permukaan dapat berbeda antarproduk, hasil printing juga dapat berbeda dari kertas coated.
Pada beberapa jenis Concorde, area warna solid yang sangat besar dapat memperlihatkan tekstur kertas.
Hal tersebut tidak selalu merupakan cacat. Justru karakter permukaan tersebut sering menjadi bagian dari estetika material.
Untuk desain dengan warna solid besar atau detail sangat kecil, test print disarankan.
4. Kertas Bluish White
Bluish White merupakan istilah yang biasanya digunakan untuk kertas putih dengan tone yang sedikit lebih dingin atau kebiruan dibandingkan kertas putih natural.
Karakter warna dasar kertas sangat penting karena warna kertas ikut memengaruhi persepsi hasil printing.
Kertas Bluish White biasanya memberikan tampilan :
- Bersih.
- Bright.
- Modern.
- Formal.
Penggunaan Bluish White
Bluish White dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti :
- Stationery.
- Certificate.
- Invitation.
- Company profile.
- Business card.
- Premium document.
- Cover.
Namun karakter spesifiknya bergantung pada brand dan seri kertas yang digunakan.
Warna Dasar Kertas Mempengaruhi Hasil Print
Printer tidak mencetak warna putih pada sebagian besar proses CMYK standar.
Area putih pada desain biasanya merupakan warna asli kertas.
Karena itu, kertas putih kebiruan, putih hangat, ivory, cream atau kraft dapat membuat warna cetak terlihat berbeda meskipun file CMYK yang digunakan sama.
5. Kertas Kraft
Kraft Paper adalah kertas dengan karakter natural yang umumnya memiliki warna cokelat atau brown.
Kraft sangat populer untuk desain yang ingin menonjolkan kesan :
- Natural.
- Rustic.
- Handmade.
- Organic.
- Eco-inspired.
- Craft.
Produk yang Cocok Menggunakan Kraft Paper
Kraft banyak digunakan untuk :
- Paper bag.
- Packaging.
- Hang tag.
- Business card.
- Invitation.
- Food packaging tertentu.
- Product label.
- Envelope.
- Wrapping.
Tantangan Mencetak pada Kraft Paper
Karena warna dasar Kraft bukan putih, warna hasil printing akan dipengaruhi oleh warna cokelat dari kertas.
Contohnya :
- Warna kuning dapat terlihat lebih gelap.
- Warna pastel dapat kehilangan brightness.
- Foto dapat terlihat lebih warm atau muted.
- Area putih dari file tidak otomatis menjadi putih.
Jika membutuhkan warna putih pada Kraft, diperlukan metode printing yang mendukung White Ink atau White Toner.
Kraft Paper untuk Desain Minimalis
Kraft sangat cocok untuk desain sederhana dengan :
- Black ink.
- Dark typography.
- Simple logo.
- Line art.
- White ink jika mesin mendukung.
- Hot Foil.
Kombinasi Kraft dengan black printing atau white printing dapat menghasilkan tampilan yang kuat dan natural.
6. Kertas Fancy Paper (jasmine)
Fancy Paper adalah istilah umum untuk berbagai jenis kertas khusus yang memiliki warna, tekstur, efek permukaan atau finishing berbeda dari kertas standar.
Fancy Paper dapat memiliki karakter seperti :
- Textured.
- Metallic.
- Pearlescent.
- Embossed texture.
- Natural fiber.
- Colored paper.
- Shimmer effect.
Jasmine merupakan salah satu nama yang sering digunakan pada jenis fancy paper dengan efek permukaan dekoratif, biasanya memiliki kesan shimmer atau pearlescent.
Karakter tersebut membuat Jasmine sering digunakan untuk produk dengan tampilan :
- Elegant.
- Luxury.
- Wedding.
- Premium.
- Decorative.
Produk yang Cocok Menggunakan Jasmine
- Wedding invitation.
- Greeting card.
- Premium business card.
- Certificate.
- Menu.
- Product tag.
- Luxury packaging accent.
- Invitation envelope.
Perhatikan Efek Permukaan Jasmine
Karena permukaan Jasmine memiliki karakter tersendiri, efek shimmer dapat memengaruhi bagaimana warna terlihat pada sudut cahaya tertentu.
Desain sederhana dengan typography, logo, atau ornament sering terlihat lebih efektif daripada memenuhi seluruh permukaan dengan foto.
Fancy Paper Yang Cocok Dikombinasikan dengan Finishing
Beberapa Fancy Paper dapat menghasilkan tampilan menarik ketika dikombinasikan dengan :
- Hot Foil Gold.
- Hot Foil Silver.
- Rose Gold Foil.
- Emboss.
- Deboss.
- Die Cut.
- Laser Cut tertentu.
Namun kompatibilitas finishing harus diuji karena coating, tekstur dan material dapat berbeda antara satu Fancy Paper dan lainnya.
7. Kertas Book Paper
Book Paper merupakan jenis kertas yang dirancang atau umum digunakan untuk isi buku.
Kertas ini biasanya dipilih karena nyaman untuk membaca dalam waktu lama.
Berbeda dengan Art Paper yang memiliki permukaan coated dan relatif mengkilap, Book Paper umumnya memiliki karakter :
- Matte.
- Uncoated atau rendah kilap.
- Lebih ringan.
- Lebih nyaman untuk membaca.
- Tidak terlalu memantulkan cahaya.
Banyak Book Paper memiliki tone yang lebih natural, ivory atau cream.
Warna tersebut dapat membantu mengurangi kontras ekstrem antara tinta hitam dan permukaan kertas.
Karena itu, mata dapat terasa lebih nyaman ketika membaca buku dalam waktu lama.
Produk yang Cocok Menggunakan Book Paper
Book Paper sangat cocok untuk :
- Novel.
- Buku bacaan.
- Buku sastra.
- Buku agama.
- Buku pendidikan.
- Manual dengan banyak teks.
- Publikasi dengan halaman banyak.
Kelebihan Book Paper
- Nyaman untuk membaca.
- Relatif ringan.
- Mengurangi berat buku dengan halaman banyak.
- Permukaan tidak terlalu memantulkan cahaya.
- Cocok untuk teks hitam.
- Memberikan karakter klasik atau natural.
Kekurangan Book Paper
- Tidak dirancang untuk menghasilkan warna foto setajam Art Paper.
- Warna dapat terlihat lebih muted.
- Area tinta yang sangat berat dapat terlihat berbeda pada permukaan uncoated.
- Tidak selalu cocok untuk katalog yang didominasi fotografi.
Book Paper untuk Buku dengan Banyak Halaman
Salah satu keuntungan Book Paper adalah volume dan beratnya.
Pada buku dengan ratusan halaman, pemilihan kertas yang terlalu berat dapat membuat buku menjadi :
- Sangat tebal.
- Berat.
- Lebih mahal untuk pengiriman.
- Kurang nyaman dibaca.
Karena itu Book Paper sering dipilih untuk publikasi yang memiliki banyak halaman.
Art Paper vs HVS vs Book Paper
| Jenis Kertas | Permukaan | Kekuatan Utama | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Art Paper | Coated dan halus | Foto dan warna vivid | Brosur, katalog, poster |
| HVS | Uncoated | Teks dan mudah ditulis | Dokumen, formulir, buku |
| Book Paper | Matte / uncoated | Kenyamanan membaca | Novel dan buku teks |
Concorde vs Jasmine
| Jenis | Karakter | Kesan | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Concorde | Specialty textured | Formal dan profesional | Certificate, card, stationery |
| Jasmine | Fancy / shimmer | Elegant dan decorative | Invitation, premium card |
White Paper vs Kraft Paper
Desain pada kertas putih dapat menghasilkan warna yang lebih dekat dengan simulasi CMYK standar.
Pada Kraft, warna dasar cokelat akan menjadi bagian dari warna akhir.
Karena itu artwork untuk Kraft sebaiknya dirancang secara khusus daripada hanya menggunakan desain yang sebelumnya dibuat untuk kertas putih.
Kertas Coated vs Uncoated
Secara umum, kertas dapat dibagi menjadi :
Coated Paper
Memiliki lapisan permukaan untuk mengontrol penyerapan tinta.
Contoh :
- Art Paper.
- Beberapa coated specialty papers.
Keuntungannya adalah warna dan detail gambar biasanya terlihat lebih kuat.
Uncoated Paper
Tidak memiliki lapisan coating yang sama seperti coated paper.
Contoh :
- HVS.
- Book Paper.
- Kraft.
- Banyak Fancy Paper tertentu.
Kertas uncoated biasanya memberikan karakter yang lebih natural dan menyerap tinta lebih banyak.
Jenis Kertas Mempengaruhi Warna CMYK
Nilai CMYK yang sama dapat menghasilkan tampilan berbeda pada kertas yang berbeda.
Contohnya, warna :
C100 M70 Y0 K0
dapat terlihat berbeda ketika dicetak pada :
- Art Paper glossy.
- HVS.
- Book Paper cream.
- Kraft brown.
- Fancy Paper pearlescent.
Hal ini terjadi karena karakter permukaan, warna dasar, coating dan tingkat penyerapan setiap kertas berbeda.
Foto Lebih Cocok pada Kertas Tertentu
Jika desain didominasi photography dan membutuhkan detail warna yang tinggi, Art Paper atau media coated sering menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Sebaliknya, jika produk didominasi teks dan digunakan untuk membaca dalam waktu lama, Book Paper atau HVS dapat lebih nyaman.
Tidak Semua Kertas Cocok untuk Solid Black yang Sangat Berat
Area warna hitam atau solid color yang besar dapat bereaksi berbeda pada setiap permukaan.
Pada kertas coated, warna biasanya terlihat lebih solid.
Pada kertas bertekstur atau uncoated, sebagian karakter permukaan dapat tetap terlihat.
Hal ini penting terutama pada :
- Concorde.
- Kraft.
- Jasmine.
- Fancy Paper lainnya.
Pertimbangkan Duplex Printing
Jika desain dicetak dua sisi, opacity kertas perlu diperhatikan.
Kertas terlalu tipis dapat menyebabkan desain dari sisi belakang terlihat melalui halaman.
Masalah ini disebut :
Show-through.
Untuk buku atau dokumen dua sisi, pilih gramasi dan opacity yang sesuai dengan jumlah tinta pada artwork.
Pertimbangkan Finishing Setelah Printing
Jenis kertas juga memengaruhi finishing yang dapat digunakan.
Contohnya :
- Lamination.
- Hot Foil.
- Emboss.
- Deboss.
- Spot UV.
- Die Cutting.
- Creasing.
- Folding.
Tidak semua finishing memiliki performa yang sama pada setiap jenis kertas.
Kertas Tebal Membutuhkan Creasing Sebelum Dilipat
Kertas dengan gramasi tinggi dapat pecah atau retak pada area lipatan jika langsung dilipat.
Karena itu untuk cover, invitation atau card yang tebal, proses creasing sering dilakukan terlebih dahulu.
Creasing membantu membuat jalur lipatan sehingga hasil akhir lebih rapi.
Perhatikan Arah Serat Kertas
Arah serat atau paper grain direction memengaruhi bagaimana kertas dilipat, dibuka dan dijilid.
Untuk buku, cover dan produk lipat, arah serat yang tepat dapat membantu :
- Mengurangi cracking.
- Membuat lipatan lebih rapi.
- Meningkatkan kualitas binding.
- Membuat halaman lebih nyaman dibuka.
Gramasi Bukan Satu-satunya Faktor
Ketika memilih kertas, jangan hanya melihat angka gsm.
Perhatikan juga :
- Thickness.
- Opacity.
- Surface texture.
- Paper color.
- Coating.
- Stiffness.
- Grain direction.
- Printing compatibility.
- Finishing compatibility.
Rekomendasi Kertas Berdasarkan Jenis Produk
| Produk | Jenis Kertas yang Umum Digunakan | Karakter yang Dicari |
|---|---|---|
| Brosur / Flyer | Art Paper | Warna dan foto kuat |
| Dokumen / Form | HVS | Mudah ditulis |
| Certificate | Concorde / Bluish White / Fancy Paper | Formal dan premium |
| Invitation | Concorde / Jasmine / Fancy Paper | Elegant dan decorative |
| Natural Packaging | Kraft Paper | Natural dan rustic |
| Novel | Book Paper | Nyaman membaca |
| Catalogue | Art Paper | Photography dan warna |
| Business Card Premium | Concorde / Jasmine / Fancy Paper | Texture dan premium feel |
Rekomendasi Berdasarkan Karakter Desain
Jika desain membutuhkan :
- Foto yang vivid → pertimbangkan Art Paper.
- Banyak teks dan harus mudah ditulis → pertimbangkan HVS.
- Kesan formal dan bertekstur → pertimbangkan Concorde.
- Tampilan putih yang bright dan clean → pertimbangkan Bluish White sesuai seri kertas.
- Nuansa natural atau rustic → pertimbangkan Kraft.
- Shimmer dan premium effect → pertimbangkan Jasmine atau Fancy Paper.
- Buku dengan banyak halaman → pertimbangkan Book Paper.
Jangan Memilih Kertas Hanya dari Foto Online
Warna dan tekstur kertas sangat sulit dinilai secara akurat melalui monitor.
Terutama untuk :
- Kraft.
- Concorde.
- Jasmine.
- Fancy Paper.
- Book Paper cream.
Sebaiknya lihat sample fisik atau swatch book sebelum menentukan pilihan final.
Lakukan Test Print untuk Warna Penting
Jika pekerjaan memiliki warna brand yang penting, lakukan test print pada jenis kertas yang benar-benar akan digunakan.
Jangan melakukan proof di Art Paper kemudian menganggap warnanya akan sama ketika produksi final menggunakan Kraft atau Book Paper.
Substrate merupakan bagian dari hasil warna final.
Digital Printing dan Offset Bisa Menghasilkan Karakter Berbeda pada Kertas yang Sama
Kertas yang sama tidak selalu terlihat identik ketika dicetak menggunakan mesin digital dan offset.
Hal ini dapat dipengaruhi oleh :
- Jenis toner atau tinta.
- Profil warna.
- Tekanan mesin.
- Fuser temperature pada mesin tertentu.
- Ink absorption.
- Screening.
- Calibration.
Karena itu, untuk pekerjaan repeat order dengan warna penting, sebaiknya gunakan proses produksi dan jenis kertas yang konsisten.
Checklist Memilih Kertas Sebelum Printing
- Tentukan apakah pekerjaan menggunakan Digital atau Offset Printing.
- Tentukan ukuran akhir produk.
- Tentukan jumlah halaman.
- Tentukan apakah produk dicetak satu sisi atau dua sisi.
- Periksa gramasi.
- Periksa ketebalan aktual.
- Periksa opacity.
- Periksa warna dasar kertas.
- Periksa tekstur.
- Tentukan coated atau uncoated.
- Pastikan kertas kompatibel dengan mesin.
- Periksa kebutuhan folding dan creasing.
- Periksa jenis binding.
- Periksa finishing seperti lamination, foil atau emboss.
- Gunakan physical sample jika tersedia.
- Lakukan test print untuk pekerjaan dengan warna kritis.
Ringkasan Perbandingan Jenis Kertas
| Jenis Kertas | Karakter Utama | Cocok Untuk | Catatan |
|---|---|---|---|
| Art Paper | Halus, coated, warna vivid | Brosur, katalog, poster | Bagus untuk photography |
| HVS | Uncoated dan mudah ditulis | Dokumen, buku, form | Praktis dan ekonomis |
| Concorde | Specialty / textured | Certificate, invitation, card | Kesan formal dan premium |
| Bluish White | White tone yang lebih dingin | Stationery, certificate, card | Karakter bergantung brand/seri |
| Kraft Paper | Brown dan natural | Packaging, tag, invitation | Warna kertas memengaruhi hasil cetak |
| Jasmine / Fancy Paper | Decorative, shimmer atau textured | Invitation, premium card | Ideal untuk desain premium |
| Book Paper | Matte, ringan, nyaman dibaca | Novel, buku bacaan | Ideal untuk banyak halaman |
Kesimpulan
Tidak ada satu jenis kertas yang paling baik untuk semua kebutuhan printing.
Art Paper sangat cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan photography, detail gambar dan warna yang kuat.
HVS merupakan pilihan praktis untuk dokumen, formulir, manual dan produk yang perlu mudah ditulis.
Concorde memberikan karakter yang lebih formal dan bertekstur sehingga cocok untuk certificate, invitation, stationery dan berbagai produk premium.
Bluish White memiliki tone putih yang relatif dingin dan bersih, sehingga dapat memberikan kesan modern dan formal pada produk tertentu.
Kraft Paper memiliki warna dasar cokelat dan karakter natural yang sangat cocok untuk packaging, tag, invitation dan branding dengan nuansa rustic atau organic.
Fancy Paper seperti Jasmine menawarkan efek dekoratif dan premium melalui tekstur, shimmer atau pearlescent surface, sehingga banyak digunakan pada invitation dan produk eksklusif.
Sedangkan Book Paper lebih berorientasi pada kenyamanan membaca dan bobot buku, sehingga menjadi pilihan yang sangat baik untuk novel, buku bacaan dan publikasi dengan jumlah halaman banyak.
Pemilihan kertas sebaiknya tidak hanya berdasarkan gramasi atau harga. Pertimbangkan juga warna dasar kertas, tekstur, coating, opacity, ketebalan, arah serat, jenis printing, kebutuhan binding dan finishing.
Yang paling penting, jangan menilai kertas hanya dari foto atau tampilan monitor. Untuk pekerjaan profesional, gunakan sample fisik dan lakukan test print ketika warna, tekstur atau finishing menjadi bagian penting dari desain.
